Puisi Jamal D. Rahman
- kepada petani tembakau di madura
kami anak-anak tembakau
tumbuh di antara anak-anak batu
nafas kami bau kemarau campur cerutu
bila kami saling dekap,
kami berdekapan dengan tangan kemarau
bila kami saling cium,
kami berciuman dengan bau tembakau
langit desa kami rubuh seribu kali
tapi kami tak pernah menangis
sebab kulit kami tetap coklat
secoklat tanah
tempat kami menggali airmata sendiri
langit desa kami rubuh seribu kali
tapi kami tak pernah menyerah
pada setiap daun tembakau
kami urai urat hidup kami
pada setiap pohon tembakau
kami rangkai serat doa kami
2000
Untung saya ngrokok ji sam soe. Konon dari madura.
)
Lumayan bisa menerima manfaat dari anak-anak tembakau.
salam,
istanto
wismamas
Komentar oleh istanto — 26 Oktober 2008 @ 11:46 pm |
singgah membaca
dan eko link yah…
salam
Komentar oleh Eko Putra — 1 November 2008 @ 7:06 pm |
salam hangat
eko link yah blognya
Komentar oleh eko putra — 1 November 2008 @ 7:11 pm |
Mas. aku salut baca tulisan-tulisanmu, terus berkarya untuk umat. mari kita bantu desa dan kampung kita, Lenteng dengan karya dan pengabdian kita dari seberang
ttd
Ainul Hayat
Jurusan Administrasi Publik-FIA
Unibraw Malang
Komentar oleh AINUL HAYAT — 10 November 2008 @ 3:25 pm |
Salam,,,
Semoga tak lupa…
Salam,
_dee_
Komentar oleh sudutbumi — 25 November 2008 @ 12:30 am |
langit desa kami rubuh seribu kali
tapi kami tak pernah menyerah
>>> dasyat nian optimisme larik ini. horas, bang. puisi ini udah kubaca di Reruntuhan Cahaya. salam. baru ini kali berkunjung di sini.
Pandapotan MT Siallagan
Komentar oleh siallagan — 11 Desember 2008 @ 5:59 am |
mas, aku semakin tidak bisa cerai dengan dunia sastra ketika membaca puisimu. seakan kita masih bersama saat acara SBSB di Bima-NTB beberapa tahun lalu…. selamat deh, mas.
Komentar oleh DYLLA LALAT — 18 Januari 2009 @ 2:39 am |
Salam kenal, Mas. Maskipun sama-sama dari Madura saya dana mengisap tembakau virginia, saya tetap ngefans, loh, Mas, sama Sampeyan.
Salam…
Komentar oleh Klebun To Beih — 6 Februari 2009 @ 4:17 pm |
saya baru tahu jika anda punya blog.
kapan menjenguk sumenep lagi ?
(saya, ibnu h, hidayat raharja malam itu –hujan lebat, listrik padam– mengantar anda ke lenteng sehabis dari kongres bhs madura di pamekasan)
Komentar oleh enhidayat — 8 Februari 2009 @ 6:52 pm |
Mas…
Saat kau ajarkan aku ti, ang, dan am
Saat kau bimbing dengan hijau, merah, dan hitam
Aku merasa terlahir dalam lebam
Blog mas pun tak luput kucengkeram
Pukul 17.00 istirahat MMAS kutulis dengan meram
Hari itu, aku hilangkan geram
Oleh: Peserta MMAS LPMP Sul_SEl
Hari Selasa tanggal 3 Maret 2009
Komentar oleh Muh. Syukur Salman — 3 Maret 2009 @ 8:32 pm |
Salam kenal buat admin
Komentar oleh "Abdur — 21 Maret 2009 @ 12:04 am |
salamullah ‘alaikum. .
pa. .puisi bapak bagus-bagus. .
saya mohon bimbingannya. .
alamat website saya sastraku.ucoz.com
Komentar oleh gilang nugraha (PBSI 4A) — 27 Maret 2009 @ 9:08 pm |
assalamu’alaikum wr. wb.
mas jamal, blog ny sy link ya ^_^
wassalamu’alaikum wr. wb
Komentar oleh Dea Anugrah — 5 April 2009 @ 12:38 pm |
assalamu’alaikum wr. wb
mas jamal, kalau ad ksempatan, silahkan berkunjung ke blog saya: http://sepasangbalingbaling.blogspot.com/
dan kalau berkenan, mohon kritikannya untuk puisi-puisi saya.
wassalamu’alaikum wr. wb
Dea Anugrah
Komentar oleh Dea Anugrah — 5 April 2009 @ 8:20 pm |
selamat sore, maaf aku gak nulis komentar, tapi datang untuk memberi salam saja dulu
Komentar oleh nanoq da kansas — 21 April 2009 @ 4:59 pm |
mogeh2 kauleh bisa niroh sampean
Komentar oleh herman — 5 Mei 2009 @ 1:40 am |
langit desa kami rubuh seribu kali
tapi kami tak pernah menangis
sebab kulit kami tetap coklat
secoklat tanah
tempat kami menggali airmata sendiri
numpang ngelink ya mas
Komentar oleh Pringadi Abdi — 17 September 2009 @ 8:34 am |
anak tembakau… diksinya keren sekali.. saya suka. menelisik lebih dalam anak-anak yang ada di madura ternyata lebih asyik ditampilkan lewat puisi
Komentar oleh ihsan subhan — 24 Oktober 2009 @ 12:56 am |
Alhamdulillah. Terima kasih. Salam hangat.
Komentar oleh jamaldrahman — 26 Oktober 2009 @ 10:47 am |
Alhamdulillah. Terima kasih. Salam.
Komentar oleh jamaldrahman — 4 November 2009 @ 8:09 am |
pak sy dpt tugas nyari 10 karya bapak sy cr di web gk ktemu..sy jg gk punya bukunya..mana rabu dpan dikumpulin..tolong dong pak…maturnuhun..
kalo bapak berkenan tlg donk di email ke shiroj_03@yahoo.co.id
maaf ya pak..
Komentar oleh yg terlupakan — 2 November 2009 @ 11:06 pm |
Beberapa puisi saya bisa didapat di blog ini. Jika perlu puisi saya yang lain, nanti saya kirim. Terima kasih. Salam.
Komentar oleh jamaldrahman — 4 November 2009 @ 8:08 am |
aku juga dari madura loh, tepatnya Sumenep
Komentar oleh Syaiful Bahri — 5 November 2009 @ 6:39 pm |