Jamal D. Rahman

Kita Punya Tanah Punya Api

Puisi Jamal D. Rahman

    ”kamar kita yang kemarin penuh melati
    kini sunyi ….”

surat yang kaukirimkan lewat angin, ternyata berisi
huruf-huruf yang berhamburan
dari dinding gerimis. aku pun mengusung doamu
yang runtuh di tebing itu, sementara sujud yang kaupahatkan
pada matahari, masih menghitung-hitung usiaku

tapi di malam hari, suratmu tiba-tiba berisi
tanah dan api. aku saksikan tarianmu di antara
tulang-tulang rusukku. liuk tubuhmu
mengobarkan tanah hidupku,
tempat aku menggali rindu
di sela sunyi kamar itu

aku tahu kini,
lautan memasuki hidupmu lewat doa-doa
yang runtuh di tebing

tapi kita punya tanah punya api

1997

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Jamal D. Rahman

demi masa, demi kata

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

kafe sastra Jamal D. Rahman

membicarakan puisi dan cerpen anda

%d blogger menyukai ini: