Jamal D. Rahman

13 Januari 2009

Teks dan Konstruksi Identitas: Indonesia

Filed under: Senggang — Jamal D. Rahman @ 05:00

Oleh Jamal D. Rahman

Sebagai makhluk budaya, manusia mencoba membangun identitas mereka dalam relasi sosial dan kultural mereka, untuk menegaskan posisi individual dan sosial suatu komunitas di hadapan orang atau komunitas lain. Identitas adalah representasi diri melalui mana seseorang atau masyarakat melihat dirinya sendiri dan bagaimana orang lain melihat mereka sebagai sebuah entitas sosial-budaya. Dengan demikian, identitas adalah produk budaya yang dalam praktik sosialnya berlangsung demikian kompleks, namun kadangkala atau bahkan seringkali direduksi sebagai sesuatu yang pasti, utuh, stabil, dan tunggal. Kajian budaya (cultural studies) menjadikan identitas sebagai salah satu tema penting kajiannya, dengan menunjukkan signifikansi sosial dan kultural identitas itu sendiri sekaligus memperlihatkan kontradiksi-kontradiksi internalnya.
(more…)

Iklan

3 November 2008

Kebudayaan Materi dan Materialisme Budaya: Beberapa Prinsip Epistemologis

Filed under: Senggang — Jamal D. Rahman @ 05:00

Oleh Jamal D. Rahman

Ontologi kebudayaan mengandaikan adanya tiga lapis kebudayaan, yaitu ideofakt, sosiofakt, dan artefakt. Ideofakt adalah ide dan nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat, yang kemudian dikonkretkan secara sosial menjadi perilaku, konvensi, dan tradisi sebagai sosiofakt, dan selanjutnya dimaterialisasikan dalam artefakt sebagai produk material kebudayaan. Sementara itu, ada 7 elemen kebudayaan yang masing-masing mengandung ideofakt, sosiofakt, dan artifakt tersebut. Yaitu, bahasa, religi, seni, pengetahuan, organisasi sosial, kekerabatan, dan ekonomi. Semuanya itu dapat digambarkan secara lebih jelas sebagai lingkaran konsentris, dimana ideofakt merupakan sisi terdalam dan artefakt merupakan sisi terluar. Artefakt inilah yang kemudian disebuat kebudayaan materi (material culture), sementara dasar-dasar teoritis dan prinsip-prinsip epistemologisnya disebut materialisme budaya (cultural materialism), yang kemudian menjadi paradigma untuk penelitian antropologi dan ilmu-ilmu terkait.

(more…)

26 Oktober 2008

Jilbab Biru sebagai Representasi Budaya: Penjelasan The Signifying Order

Filed under: Senggang — Jamal D. Rahman @ 05:00

Oleh Jamal D. Rahman

Manusia hidup dengan kebudayaan yang secara sosial diproduksi untuk memberikan dan mencari makna pada hidup manusia itu sendiri. Untuk sebagian, makna hidup manusia dibentuk atau ditentukan oleh arti (meaning) kebudayaannya, atau arti yang dia berikan pada kebudayaannya. Untuk mencapai hidup yang bermakna baik secara eksistensial maupun sosial, manusia kadangkala mencari atau memberikan arti baru pada kebudayaan mereka yang secara sosial dan kultural telah lama terbentuk, atau bahkan menciptakan kebudayaan baru. Dalam konteks itu, arti sebuah kebudayaan bisa bersifat personal, bisa pula bersifat sosial. Arti kebudayaan bersifat personal bilamana seseorang memiliki arti tertentu tentang sebuah produk budaya atas dasar pandangan pribadinya di luar pandangan kolektif komunitas pemilik produk budaya itu sendiri. Arti kebudayaan bersifat sosial bilamana arti sebuah produk budaya mengikuti konvensi, norma, atau nilai yang dianut suatu masyarakat. (more…)

Penelitian Ilmu Budaya dan Hermeneutika Paul Ricoeur

Filed under: Senggang — Jamal D. Rahman @ 05:00

Oleh Jamal D. Rahman

Sudah lama para ilmuwan mendiskusikan metode dan proses penelitian ilmiah. Diskusi itu meliputi antara lain aspek epistemologi, ontologi, dan aksiologi, baik dalam bidang kajian ilmu alam maupun budaya, berikut metodologi penelitian dengan segala problematikanya. Diskusi mereka bermuara pada pencarian kesimpulan-kesimpulan ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dipandang sahih (secara epistemologis dan ontologis), dan dalam batas tertentu dapat diterima secara moral dan etik (aksiologis). Persoalan epistemologis muncul ketika disadari bahwa sumber-sumber pengetahuan ternyata sangat ditentukan oleh asumsi dasar tentang kebenaran dan pengetahuan itu sendiri, misalnya antara asumsi dasar idealisme, empirisisme, dan behaviorisme —yang memiliki asumsi dasarnya masing-masing. Dari sini persoalan pengetahuan beranjak ke aras ontologis, yaitu apa sesungguhnya hakekat pengetahuan dan kebenaran. (more…)

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Jamal D. Rahman

demi masa, demi kata

WordPress.com

WordPress.com is the best place for your personal blog or business site.

kafe sastra Jamal D. Rahman

membicarakan puisi dan cerpen anda

%d blogger menyukai ini: